14 Januari 2017 - 16:04
Pemerintah China Ucap Belasungkawa atas Wafatnya Ayatullah Rafsanjani

Juru bicara kementerian luar negeri Republik Rakyat China Lu Kang mewakili pemeritah China menyampaikan turut berduka cita kepada Presiden Rouhani dan seluruh rakyat Iran.

Menurut Kantor Berita ABNA, menyusul wafatnya Ayatullah Hashemi Rafsanjani mantan Presiden Republik Islam Iran selama dua periode tahun 1989-1997 pada ahad (8/1), sejumlah pemimpin negara sahabat menyampaikan turut berbela sungkawa kepada Presiden Iran Dr. Hassan Rouhani.

Juru bicara kementerian luar negeri Republik Rakyat China Lu Kang mewakili pemeritah China menyampaikan turut berduka cita kepada Presiden Rouhani dan seluruh rakyat Iran.

Dalam penyampaiannya, Lu Kang mengatakan Ayatullah Rafsanjani adalah tokoh politik yang berpengaruh bukan hanya di Iran namun juga di dunia. Ia menyampaikan rasa duka cita kepada seluruh rakyat Iran khususnya kepada keluarga almarhum.

Ia juga menambahkan, Rafsanjani selama menjabat sebagai presiden Iran telah banyak memberikan kontribusi pada perdamaian dunia, termasuk dalam membangun kerjasama dan kedekatan antara Tehran dengan Beijing.

Disebutkan Ayatulah Akbar Hashemi Rafsanjani lahir 25 Agustus 1934  di Nough, Iran. Ia menjabat Presiden keempat Iran pada tahun 1989- 1997. Pada pemilihan presiden tahun 2005 ia kembali mencalonkan diri menjadi presiden namun kalah dalam putaran kedua dari Mahmoud Ahmadi Nejad. Oleh politisi Barat ia dipandang sebagai kekuatan sesungguhnya dibalik pemerintahan Iran dengan kedudukannya sebagi ketua majelis pakar Iran, sebuah lembaga yang memiliki kekuatan untuk memecat pemimpin tertinggi Iran.

Hari meninggalnya tokoh ulama dan politisi senior Iran tersebut pada ahad (8/1) bertepatan dengan tanggal 19 Dey (kalender Iran), yang merupakan hari bersejarah bagi rakyat Iran. 19 Dey 1356 (Januari 1977) adalah kebangkitan warga Qom memprotes kediktatoran rezim Shah Pahlevi, yang mengawali aksi protes besar-besaran di kota-kota lainnya. Dua tahun kemudian Februari 1979, rezim Shah Pahlevi kemudian tumbang dan menjadi lembaran sejarah baru bagi bangsa Iran, dengan berdirinya Republik Islam Iran yang salah satu tokoh sentralnya adalah Ayatullah Rafsanjani.